Kiat Mengelola Waktu dan Emosi Bagi Para Ibu

Oleh : Fitri Ariyanti Abidin, M.Psi., Psikolog

Saat stay at home, rumah menjadi pusat kegiatan seluruh keluarga. Ibu sebagai manajer keluarga, tentu memiliki peran yang vital. Bagi para ibu yang memiliki anak usia Sekolah Dasar, selain harus beradaptasi dengan segala perubahan akibat kebijakan stay at home, Ibu pun harus beradaptasi dengan putera-puterinya yang kini bersekolah di rumah.

Situasi yang tidak menentu dan banyaknya kegiatan yang harus dikelola ibu di rumah membuat ibu potensial mengalami rasa “kewalahan”, yang akibatnya rentan mengalami stres. Tanda stres yang paling mudah terlihat adalah, ibu menjadi “sumbu pendek”; mudah marah pada anak-anak. Akibatnya, relasi di rumah menjadi tidak menyenangkan, dan menambah stres karena tidak ada alternatif tempat selain rumah bagi seluruh anggota keluarga, hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Untuk menyikapi kondisi ini, Ibu dapat mengurangi rasa kewalahan dan potensi stresnya dengan membuat rutinitas yang terstruktur. Struktur dapat berbentuk : struktur kegiatan, struktur waktu, struktur tempat, dan struktur psikologis. Berikut langkah-langkah konkrit yang dapat Ibu lakukan :

1. Buat daftar kegiatan yang harus dilakukan dalam mendampingi anak school from home secara konkrit. Misalnya :

* Kegiatan Anak : merekam anak senam untuk tugas olahraga, mengirim hasil rekaman ke Google Classroom dengan link tertentu, mendengarkan hafalan anak, dan lain-lain.

* Kegiatan Harian : memasak, mencuci, atau membersihkan rumah.

* Kegiatan Pekerjaan Ibu sendiri : jadwal meeting dengan kolega di kantor.

Tempelkan daftar kegiatan di satu tempat yang terlihat oleh seluruh anggota keluarga, agar dapat diberi tanda untuk kegiatan yang selesai. Tanda selesai yang diberikan dapat menumbuhkan perasaan “berhasil” secara psikologis. Libatkan juga anak, dengan memintanya memberi tanda tugas yang sudah selesai, agar ia merasa terlibat dan juga ikut merasakan perasaan berhasil.

2. Petakan kegiatan dalam batasan waktu. Usahakan tidak ada dua kegiatan yang membutuhkan perhatian sama, dilakukan dalam satu waktu. Misalnya hindari menemani dua anak sekaligus untuk mengerjakan tugas dalam waktu bersamaan, atau menemani anak mengerjakan tugas sambil menyelesaikan pekerjaan pribadi. Cara sederhana ini dapat membuat ibu merasakan bahwa kegiatan yang harus dilakukan berada dalam lingkup kendalinya.

3. Struktur waktu dapat dibuat fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan. Misalnya pkl 08.00 – 12.00 mendampingi anak, pkl 13.00 – 16.00 mengerjakan tugas pribadi. Jelaskan mengenai struktur waktu dan kegiatan ini pada anak. Bagi anak yang lebih besar seperti 10 tahun ke atas, diskusikan apakah ia setuju dengan struktur yang telah Ibu susun. Struktur waktu dan kegiatan jangan dibuat terlalu ketat. Berilah toleransi bagi diri ibu sendiri maupun bagi anak untuk refreshing seperti dengan menonton TV, membaca buku, bermain gadget, atau kegiatan yang disukai lainnya.

4. Persiapkan diri ibu dan anak untuk mulai beraktivitas sejak pagi, seperti mandi dan memakai baju semi formal (usahakan tidak menggunakan baju tidur). Ibu dapat menggunakan riasan sederhana seperti bedak dan lipstick. Persiapkan pula ruang/pojok khusus bagi Ibu dan anak, usahakan jangan di atas kasur/di depan TV.

5. Persiapkan pula ruang/pojok khusus bagi Ibu dan anak, usahakan jangan di atas kasur/di depan TV.

6. Jangan lupa untuk minta bantuan. Ibu dapat mendelegasikan tugas-tugas yang mungkin dilakukan orang lain seperti suami atau anak yang lebih besar.

7. Apabila Ibu merasakan tanda “kewalahan”, ambil jeda dengan relaksasi, beribadah, atau berbagi dengan orang yang dipercaya dan nyaman untuk berbagi. Jika rasa kewalahan terasa semakin berat, tidak memiliki teman berbagi, dan sulit menemukan solusi sendiri, jangan ragu menghubungi professional seperti psikolog.

Bagikan:
Posted on 24 May 2020 under Artikel.

PIP UNPAD

Online
TODAY
Hai, ada yang dapat kami bantu?
© 2022 All rights reserved